English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju surga.(HR: Tarmidzi)

Coklat "Ceria"

6.3.13

Seni Budaya Islam

Seni Budaya Islam 
(Menurut Quroish Shihab dan Seyyed Hossein Nasr) 
dan Tujuh Unsur Budaya dalam Masyarakat 

 A. Definisi Seni Budaya Islam
Menurut M.Quroish Shihab, seni budaya Islam adalah ekspresi tentang keindahan wujud dari sisi pandang islam tentang alam, hidup dan manusia yang mengantar menuju pertemuan sempurna antara kebenaran dan keindahan (sesuai cetusan fitrah). 
Menurut Seyyed Hossein Nasr, seni budaya Islam adalah keahlian mengekspresikan ide dan pemikiran, estetika dalam penciptaan benda, suasana atau karya yang mampu menimbulkan rasa indah dan berdasar dan merujuk pada quran dan hadis. 
Kelebihan pendapat M.Quroish Shihab: Beliau memandang seni budaya Islam secara umum, berkarya seni itu bebas, tidak ada batasanya dalam mengekspresianya. Lebih bebas dalam menilai suatu karya seni dan budaya karena berdasar pada fitrah manusia. Seni tidak terikat dengan sesuatu aturan cenderung subyektif. 
Kelemahan : Persepsi dalam memandang pertemuan sempurna antara keindahan dan kebenaran itu sulit untuk di ukur. 
Kelebihan pendapat Seyyed Hossein Nasr.: Nilai keindahan seni dan budaya berpegangan pada Quran dan Hadist sehingga manfaat seni itu jelas baiknya. 
Kelemahan: Lebih condong melihat seni budaya itu berujud materi atau benda. Nilai seni itu hanya didapat jika merujuk Quran dan Hadis. Kurang bebas dalam mengekspresikan bentuk seni. 
Kelompok kami lebih cenderung setuju dengan pendapat dari M.Quraish Shihab dalam mendefinisikan seni dan budaya dalam Islam karena seni itu ekspresi bebas yang memiliki kebenaran dan keindahan sesuai fitrah.
  B. Tujuh Unsur Kebudayaan 
Ada tujuh unsur kebudayaan yang terdapat di suatu masyarakat. Di bawah ini akan mengulas ketujuh unsur tersebut serta analisis suatu daerah yaitu daerah Tepus, Gunungkidul, D.I Yogyakarta. 
1. Sistem Religi 
Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dari apapun. Analisis : Daerah Tepus, Gunungkidul, D.I Yogyakarta mayoritas Islam abangan. 
 2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan
Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu. Analisis: Organisasi kemasyarakatan ada karangtaruna, kelompok ternak, kelompok tani, PKK (ibu-ibu).
 3. Sistem Pengetahuan 
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti. Analisis: Sistem pengetahuannya menggunakan sekolah umum dalam mendapat pendidikan dan mayoritas lulusan SMP. 
 4. Sistem Mata Pencaharian 
Hidup Terlahir karena manusia memiliki hawa nafsu dan keinginan yang tidak terbatas dan selalu ingin lebih. Analisis: Mayoritas penduduk merupakan petani dan pedagang, dan minoritas pegawai. 
 5. Sistem Teknologi dan Peralatan 
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang-barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain. Analisis: Teknologi dan peralatan masih sederhana. Peralatan bertani masih menggunakan cangkul. Teknologi dan peralatan modern masih minim sekali seperti kulkas, warnet, dll. Meskipun masih banyak yang sederhana, handphone tetap banyak yang memiliki. 
6. Bahasa 
Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Analisis: Bahasa yang digunakan adalah bahasa jawa.
 7. Kesenian 
Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan. Analisis: Seni yang masih ada yaitu wayang, reog, dan jathilan. 

Penyusun: 
Abdul Kohar 10410016 
Maria Ulfah 10410027 
Muhammad Maksum 10410042 
Andrian Sidiq Nugroho 10410045 
Dedi Nur Hidayat 10410061
 Isnaini Nurwisti 10410062 
Za’im Ghufran 10410063 

Mata kuliah : Pengembangan Budaya dan Seni dalam PAI 
Dosen Pengampu : Supantono, M.Ds

Baca Selengkapnya...

Detik News

Olahraga KOMPAS

Eramuslim: Berita

www.kangmasaim.blogspot.com

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP