English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju surga.(HR: Tarmidzi)

Coklat "Ceria"

7.6.14

"Badai Pasti Berlalu" Begitulah Aku

Setelah merenung, memahami kejadian yang berlarut-larut dalam pedih, aku sadar akn hal yang menggejolak di hati dan di pikiran yaitu masa lalu. Masa lalu yang memberikan rangkaian kesalahan-kesalahan yang senada seakan terulang terus menerus dari waktu ke waktu. Begitu terlihat bodohnya aku, begitu jelas tak sempurnanya diriku. Pencarian jati diri dan menjadi insan yang diagungkan orang lain menjadi impian di kala itu. Keegoisan hati, ketidakjernihan pikiran membengkalai dalam lingkup ruang yang sempit tanpa memandang ke arah langit yang begitu luas. Aku hanya bisa belajar instropeksi diri dan berbaik diri. Hingga langkahku selalu menuju kebaikan diri. Tapi begitulah aku. Aku tetaplah aku.
Aku tak bisa merubah aku yang dahulu. Aku hanya bisa menjalani aku yang sekarang dan untuk masa depan. Masa depan yang ku songsong dengan pikiran yang lebih dewasa, dengan hati yang lebih bijak. Aku hanya ingin menjadi pemimpinmu yang pantas tas tas. Kekecewaan terhadap hubungan memang kerap dialami,dan begitu sulit menyembuhkannya. Luka memang akan membekas. Begitu masa lalu pun pasti akan membekas. Tetapi bukankah kita hidup untuk masa depan? 
Aku sadar sampai saat ini aku tak memberikan kenangan manis dalam hidupmu. Aku bukan penyair yang senantiasa bisa merangkai puisi-puisi indah untukmu. Aku juga bukan musisi yang bisa menciptakan nada dan syair yang romantis untukmu. Aku juga bukan orang yang senantiasa bisa mempersembahkan detik-detik waktuku untukmu. Aku berbeda dengan orang lain, bahkan mungkin sangat berbeda dengan orang-orang yang berkesan di hatimu. Tapi begitulah aku. Aku berbeda. 
Sekian lama, 22 tahun aku hidup di dunia menjadi orang yang tak memberikan arti pada dunia yang fana ini. Aku hanya ingin menjadi arti kecil, arti di hatimu. Hampir enam tahun sejak pertama aku melihatmu sampai mengenalmu saat ini. Aku hanya mengenalmu tiga dua pertiga dari umurmu sekarang. Itupun tak setiap hari demi hari. Begitu pun kamu terhadapku. Sama. Aku ingin tahun tahun selanjutnya, bulan bulan seterusnya, minggu minggu yang akan datang, dan hari hari setelah ini kita dapat melaluinya bersama tanpa ada halangan waktu dan masa lalu. Masa depanku adalah mengenalmu setiap waktuku. Setiap waktu yang dijalani bersama tanpa ada halangan kehidupan yang kita lalui, yang kita sebut badai kehidupan. Aku percaya badai pasti berlalu. Begitupun aku yakin kamu juga.

 (Ditulis saat pagi dengan mata berkaca) 08062014

0 komentar:

Posting Komentar

Detik News

Olahraga KOMPAS

Eramuslim: Berita

www.kangmasaim.blogspot.com

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP