Militerisme vs Demokrasi...???
Apa itu Militerisme? Dari kata militer dan isme.Ini bukan hanya paham tapi sistem berpikir. Sebagai paham berpikir militerisme menunjuk pandangan yang menempatkan segala sesuatu yang berbau militer sebagai yang baik dan sudah semestinya.
Misalnya, kedisiplinan yang baik adalah kedisiplinan ala militer organisasi yang baik adalah organisasi yang seperti militer. Lalu hal itu akan menjadi sumbang lagi bila orang biasa sudah membenarkan bahwa orang yang baik adalah orang yang berjiwa militer. Perlu penulis tegaskan, militerisme tidak sama dengan anti-militer. Bagaimana pun sebagai sebuah negara yang berdaulat kita membutuhkan militer yang kuat. Dalam arti ini, kita perlu membutuhkan militer yang profesional. Dan untuk membangun profesional, kita membutuhkan iklim demokratis yang transparan dalam aturan konstitusi yang jelas. Untuk itu, segala sumber keuangan militer perlu dibawah kendali negara, dan bukan pengusaha.
Selama militer masih bersekongkol dengan dunia bisnis, selama itu pula loyalitas pada negara rapuh. Begitu ganti rezime, loyalitas militer pun goyah, apalagi ketika kepentingan bisnisnya terganggu. Militer yang kuat dan patriotis hanya mungkin terbangun bila sumber keuangan militer betul-betul di bawah kendali negara. Sebaliknya, persenyawaan bisnis dan militer hanya akan memperkuat militerisme. Menguatnya militerisme hanya akan memperlemah proses demokrasi.
Militerisme dan demokrasi itu bagai dua musuh abadi. Tidak ada kesesuaian sama sekali. Yang satu menidakkan yang lain. Kalau bangsa ini mau memilih jalan demokrasi, tidak ada jalan lain kecuali melepaskan diri dari hegemoni militerisme. Mungkinkah itu?
Anda pun tahu jawabannya. Sekarang,, baik mana demokrasi dan militer?
Mungkinkah bangsa kita menggabungkan 2 jalan yang benar-benar berbeda?
Itulah bangsa kita tidak pernah maju.
Selama militer masih bersekongkol dengan dunia bisnis, selama itu pula loyalitas pada negara rapuh. Begitu ganti rezime, loyalitas militer pun goyah, apalagi ketika kepentingan bisnisnya terganggu. Militer yang kuat dan patriotis hanya mungkin terbangun bila sumber keuangan militer betul-betul di bawah kendali negara. Sebaliknya, persenyawaan bisnis dan militer hanya akan memperkuat militerisme. Menguatnya militerisme hanya akan memperlemah proses demokrasi.
Militerisme dan demokrasi itu bagai dua musuh abadi. Tidak ada kesesuaian sama sekali. Yang satu menidakkan yang lain. Kalau bangsa ini mau memilih jalan demokrasi, tidak ada jalan lain kecuali melepaskan diri dari hegemoni militerisme. Mungkinkah itu?
Anda pun tahu jawabannya. Sekarang,, baik mana demokrasi dan militer?
Mungkinkah bangsa kita menggabungkan 2 jalan yang benar-benar berbeda?
Itulah bangsa kita tidak pernah maju.

0 komentar:
Posting Komentar